Sabtu, 04 Juli 2015

RANGKAIAN LOGIKA



Rangkaian logika terbagi menjadi 2, yaitu :
    1. Rangkaian logika sequensial
    2. Rangkaian logika kombinasional

A. Rangkaian logika sequensial

     Sedangkan rangkaian logika Sequensial adalah rangkaian yang kondisi keluarannya dipengaruhi oleh kondisi masukan dan keadaan keluaran sebelumnya atau dapat juga dikatakan rangkaian yang bekerja berdasarkan urutan waktu. Ciri rangkaian logika sequensial yang utama adalah adanya jalur umpan balik (feed back) di dalam rangkaiannya.

Adapun piranti rangangkaian logika sequensial yaitu:
  a. Flip-flop
  b. Register
  c. Counter


a.  Flip-flop

     Flip flop adalah sebuah rangkaian sekuensial untuk menyusun counter. Flip flop ( multivibrator bistabil ) mempunyai keluaran tegangan rendah ( 0 ) atau tinggi (1 ). Keluaran ini tetap rendah atau tinggi selama belum ada masukkan yang merubah keadaan tersebut. Rangkaian yang bersangkutan harus di – drive ( dikendalikan ) oleh satu masukkan yang disebut pemicu ( trigger ). Keadaan tersebut akan berubah kembali bila ada masukkan pemicu lagi.
     Flip – flop adalah sebuah rangkaian regeneratif dengan dua buah piranti aktif, yang dirancang sedemikian rupa sehingga salah satu penghantar bersifat menghantar pada saat piranti yang lain terpancung. Keluaran flip – flop akan tertahan pada posisi tinggi ( high ) atau kondisi ( low ) selamaselang waktu yang tak terbatas sampai rangkaian mendapat trigger yang dapat berubah kondisi keluaran flip- flop.
     Rangkaian flip – flop tidak harus menggunakan transistor, namun bisa diubah menggunakan komponen elektronika yang lain, yaituseperti menggunakan gerbang – gerbang logika.
Pada gambar 1 dapat dilihat rangkaian dasar memorisatu bit yang terdiri dari dua buah gerbang NOT ( gerbang NAND masukan tunggal ) Nand 1 dan Nand 2, keluaran dari satu gerbang diumpan balikkan ke masukkan pada gerbang yang lain. Kombinasi umpan balik ini disebut dengan flip flop.

Gambar 1.


Flip-flop ada 4 jenis, yaitu:
  • Flip-flop R-S
  • JK flip-flop
  • D flip-flop (delay flip-flop)
  • T flip-flop (toogle flip-flop)



I. Flip-flop R-S












Perhatikan gambar di atas.
Flipflop R-S terdiri dari dua masukan, yaitu S (set) dan R (reset). Serta dua keluarannya yaitu Q dan Q . Kondisi Set adalah kondisi ketika Q berlogika 1. Sedangkan kondisi Reset adalah kondisi ketika Q berlogika 0.



II. JK flip-flop

     Flipflop JK merupakan penyempurnaan dari flipflop RS terutama untuk mengatasi kondisi terlarang seperti yang telah dijelaskan diatas. Pada kondisi masukan J = 1 dan K = 1 akan membuat kondisi keluaran berlawanan dengan kondisi keluaran sebelumnya. Sementara untuk keluaran berdasarkan kondisikondisi masukan yang lain semua sama dengan Flipflop RS.




III. D flip-flop (delay flip-flop)

      Flipflop D merupakan Flipflop RS yang memaksa untuk memiliki satu masukan dengan R selalu berlawanan dengan S, sehingga kondisi masukan SR sama tidak akan pernah terjadi.
Perhatikan gambar flipflop D berikut.



IV. Toogle flip-flop

      Flipflop T atau flipflop toggle adalah flipflop JK yang kedua masukannya (J dan K) digabungkan menjadi satu sehingga hanya ada satu jalan masuk. Karakteristik dari flipflop ini adalah kondisi keluaran akan selalu toggle atau berlawanan dengan kondisi sebelumnya apabila diberikan masukan logika 1. Sementara itu kondisi keluaran akan tetap a




b. Register

     Register adalah suatu rangkaian logika yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi. Setelah mempelajari bermacam-macam flip-flop, dapatlah dimengerti bahwa yang disebut register itu tidak lain adalah alat untuk menyimpan data yang berupa satu atau beberapa flip-flop yang digabungkan menjadi satu. Hal itu dimaksudkan bahwa register yang paling sederhana hanya terdiri satu flip-flop saja, yang berarti hanya dapat menyimpan data yang terdiri dari satu bit bilangan biner saja yaitu “0” atau “1”. Oleh karena itu, untuk menyimpan data yang terdiri dari empat bit bilangan biner misalnya, diperlukan flip-flop sebanyak empat buah. Lihat gambar dibawah ini.



Pada gambar diatas terdapat empat buah D Flip-flop yang digabungkan menjadi satu. Outputnya masing-masing adalah Q1, Q2, Q3, dan Q4. Dan ditunjukkan dengan gambar lampu indikator dibawahnya.
Data yang akan disimpan berupa digit-digit bilangan biner sesuai yang terlihat dimasing-masing jalan masukkan flip-flop tersebut. Output akan respon pada saat sinyal clock diberikan, dan hal itu dapat dilihat pada lampu indikator. Data “0” ditunjukkan dengan lampu indikator yang padam, sedangkan data “1” ditunjukkan dengan lampu yang menyala. Pada gambar diatas, register tersebut berisi data atau informasi : 1 1 0 1 atau bilangan desimal 13.

c. Counter

     Counter adalah suatu rangkaian logika sekuensial yang dapat berfungsi untuk menghitung jumlah pulsa yang masuk dinyatakan dalam bentuk bilangan biner.
     Hampir seluruh peralatan elektronik yang mempergunakan sistem digital didalam rangkaiannya berisi suatu alat yang dapat mengontrol urutan operasi program. Alat tersebut dinamakan pencacah atau counter.

•   Macam-macam counter
     Pada umumnya counter dibentuk dari beberapa buah rangkaian flip-flop yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. Menurut cara kerja masukan pulsa kedalam setiap flip-flop, maka counter dapat dibagi kedalam :
  1. Asynchronous binary counter
  2. Synchronous binary counter
Sedangkan menurut urutan hitungan yang terbentuk pada outputnya, maka counter dapat dibagi atas :
  * Up counter
  * Down counter
  * Up down counter


1.  Asynchronous binary up counter
     Counter ini dapat menghitung bilangan biner dengan urutan dari bawah ke atas. Apabila digunakan 4 buah flip-flop, maka kita dapat melakukan hitungan paling tinggi adalah 1111.
     Counter yang dapat menghitung sampai 1111 disebut 4 bit binary counter. Oleh karena dapat menghitung dengan cara ke atas , maka disebut pula asynchronous 4 bit binary up counter, saperti tampak pada gambar berikut




2.  Asynchronous binary down counter

     Prinsip kerja counter ini adalah kebalikan dari up counter, yaitu menghitung bilangan biner dengan urutan dimulai dari atas ke bawah (dari besar ke kecil).
     Prinsip kerja counter ini juga tidak berbeda dengan up counter hanya setiap output flip-flop diambil dari output Q, sedangkan inputnya dihubungkan dengan Q dari flip-flop sebelumnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.




3.  Asynchronous binary up down counter

     Suatu rangkaian elektronika yang mempergunakan sistem digital sering memerlukan suatu alat pencacah yang dapat menghitung keatas dan bisa juga menghitung kebawah.
     Alat pencacah yang dapat melakukan perhitungan seperti itu disebut Binary Up Down Counter yang dapat menghitung ke atas dan ke bawah dengan mengatur suatu alat pengontrol tertentu.



B.  Rangkaian logika kombinasional

     Adalah sekumpulan interkoneksi gate yang setiap saat outputnya hanya merupakan fungsi input pada suatu saat tertentu saja.

Rangkaian logika kombinasional terdiri dari :

1.  ENCODER
     Encoder (penyandi) merupakan suatu sarana/piranti elektronika yang dapat mengubah atau menterjemahkan bahasa yang dimengerti manusia (tampilan, dll) menjadi bahasa yang dimengerti oeh mesin (biner).
     Encoder mempunyai n input dan m output, dimana satu input saja yang suatu saat aktif, outputnya berupa suatu kombinasi beberapa bit.
Ilustrasi digital encoder





2.  DECODER

     Decoder (pemecah sandi) merupakan suatu sarana/piranti elektronika yang dapat mengubah atau menterjemahkan bahasa yang dimengerti oleh mesin ke dalam bahasa yang dimengerti oleh manusia, atau menampilkan kode-kode biner menjadi tanda-tanda yang dapat di tanggapi secara visual, encoder mempunyai n input dan 2n output.




3. ADDER

Adder merupakan rangkaian penjumlah. Terdiri dari :

a.  Half adder (2-bit)
     Half Adder menjumlahkan dua buah bit input, dan menghasilkan nilai jumlahan (sum) dan nilai lebihnya (carry-out). Half Adder diletakkan sebagai penjumlah dari bit-bit terendah (Least Significant Bit). oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.




b.  Full adder

     Half Adder tidak dapat digunakan untuk melakukan proses penjumlahan dua buah bilangan yang masing-masing terdiri dari beberapa digit ( multi digit ). Penjumlahan yang terdiri dari beberapa bit harus menyertakan carry pada digit yang lebih tinggi berikutnya dan solusi penjumlah yang demikian disebut Full Adder ( FA ), dimana disamping input A dan B disertakan juga Carry sebagai bagian dari input.





4.  SUBTRACTOR

     Sama seperti rangkaian penjumlahan biner, pada rangkaian pengurangan biner juga dapat dibagi menjadi half subtactor dan full subtractor. Rangkaian half subtractor merupakan dasar untuk menyusun atau membuat rangkaian full subtractor. Jadi untuk dapat memahami rangkaian full subtraktor, kita wajib terlebih dahulu memahami prinsip dasar dari rangkaian half subtractor. Berikut ini adalah penjelasan dari rangkaian half subtractor dan full subtractor.

a.  Half subtractor
     Rangkaian pengurang setengah atau half subtractor merupakan implementasi dari operasi pengurangan dasar dua bilangan biner.
     Pada rangkaian ini tidak ada pengurangan borrow in yang dilibatkan yang artinya pada rangkaian ini proses pengurangan belum sempurna. Berikut ini adalah rumus dasar pengurangan biner yang dapat dilakukan oleh half subtractor.



      Rumus dasar pengurangan di atas dapat kita gambarkan dalam bentuk tabel kebenaran (truth table) seperti gambar berikut:Rumus dasar pengurangan di atas dapat kita gambarkan dalam bentuk tabel kebenaran (truth table) seperti gambar berikut:



b.  Full subtractor
     Ketidakmampuan rangkaian half subtractor dalam melibatkan borrow in dapat diatasi dengan menggunakan Rangkaian full subtractor. Sesuai dengan namanya full subtractor merupakan penjumlahan penuh yang maksudnya sudah melibatkan borrow out dan borrow in dalam prosesnya. Sehingga proses pengurangan dapat dilakukan dengan sempurna
     Pola penguranganya dapat dilihat pada gambar berikut:Pola penguranganya dapat dilihat pada gambar berikut:



Pola di atas dapat kita gambarkan dengan sebuah tabel kebenaran (truth table) berikut:






5.  MULTIFLEXER
     Multiplexer adalah merupakan rangkaian elektronika yang berfungsi untuk memilih salah satu diantara banyak masukan menjadi satu keluaran. Jumlah bit dari bagian pemilih (selector) menentukan banyaknya jalur masukan yang bisa diterima. Dengan ketentuan adalah :
I = 2^s

dimana :
I : Banyaknya jalur masukan yang bisa diterima
s : Jumlah bit dari selector atau jumlah jalur pemilih

     sebagai contoh jika kita menginginkan 14 jalur masukan, maka jumlah bit dari selector minimal yang harus kita penuhi adalah 4 bit. Dimana dengan selector 4 bit bisa mewakili 16 jalur masukan.






sumber 1
sumber 2
sumber 3
sumber 4
sumber 5

Kamis, 15 Januari 2015

Tugas Makalah Warganegara & Negara





http://gunadarma.ac.id/
UNIVERSITAS GUNADARMA


 

WARGANEGARA DAN NEGARA



KATA PENGANTAR

          Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan seluruh alam. segala puji dan syukur bagi-Nya yang telah memberikan nikmat pada setiap makhlukNya. dan solawat serta salam semoga tetap tercurah atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah penulis dapat menyelesaIkan makalah ini dengan judul “WARGANEGARA DAN NEGARA” tepat waktu.
saya mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan-rekan yang telah membantu dan memberikan dukungan, hingga selelsainya makalah ini.
di dunia ini tidak ada yang sempurna. begitupun makalah ini. maka dari itu, saya mengharapkan kritik dan sarannya, untuk kemajuan dalam membuat makalah yang akan datang.



 Jakarta, Januari 2015

penulis



Daftar isi
KATA PENGANTAR…………………………
DAFTAR ISI…………………………………
Bab I  PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………
1.2 Tujuan Penulisan…………………
1.3 Rumusan Masalah..........................
Bab II  TINJAUAN TEORI
2.1 Pengertian Negara…………………
2.2 keberadaan negara………
2.3 Tujuan Negara ……………………
2.4 pengertian warga negara……………
2.5 Hak dan Kewajiban Wargaegara………
2.6 Hubungan negara dan warganegara..............
Bab III  TINJAUAN KASUS
3.1. Kesimpulan…………………………………
3.2 Saran…………………………………………
Daftar Pustaka





 BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Latar belakang warganegara dan negara perlu dikaji lebih jauh, mengingat demokrasi yang ingin ditegakkan adalah demokrasi berdasarkan Pancasila. Aspek yang terkandugn dalam demokrasi Pancasila antara lain ialah adanya kaidah yang mengikat Negara dan warganegara dalam bertindak dan menyelenggarakan hak dan kewajiban serta wewenangnya. Secara material ialah mengakui harkat dan marabat manusia sebagai mahluk Tuhan, yang menghendaki pemerintahan untuk membahagiakannya, dan memanusiakan waganegara dalam masyarakat Negara dan masyarakat bangsa-bangsa. Pada waktu sebelum terbentuknya Negara, setiap individu mempunyai kebebasan penuh utnuk melaksanakan keinginannya. Dalam keadaan dimana manusia di dunia masih sedikit hal ini isa berlangsung tetapi dengan makin banyaknya manusia berarti akan semakin sering terjadi persinggungan dan bentrokan antara individu satu dengan lainnya.. Akibatnya seperti kata Thomas  Hobbes (1642) manusia seperti serigala terhadap manusia lainnya (homo hominilopus) berlaku hokum rimba yaitu adanya penindasan yang kuat terhadap yang lemah masing-masing merasa ketakutan dan merasa tidak aman di dalam kehidupannya. Pada saat itulah manusia merasakan perlunya ada suatu kekuasaan yang mengatur kehidupan individu-individu pada suatu Negar.


1.2 Tujuan penuliasan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana warga dan negaranya mampu mewujudkan persatuan Negara itu sendiri dengan kemampuan suatu negara tersebut di sertai dengan adanya hak dan kewajiban dari suatu Negara,Hukum,Pemerintah dan pengertiannya.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti:
  1. Apa pengertian negara
  2. Apa tujuan negara
  3. Apa pengertian warganegara
  4. Apa hak dan kewajiban warganegara
  5. Apa hubungan antara negara dan warganegara 




 BAB 2
TINJAUAN TEORI


2.1 Pengertian Negara
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

2.2 Keberadaan Negara 
Keberadaan negara, seperti organisasi secara umum, adalah untuk memudahkan anggotanya (rakyat) mencapai tujuan bersama atau cita-citanya. Keinginan bersama ini dirumuskan dalam suatu dokumen yang disebut sebagai Konstitusi, termasuk didalamnya nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh rakyat sebagai anggota negara. Sebagai dokumen yang mencantumkan cita-cita bersama, maksud didirikannya negara Konstitusi merupakan dokumen hukum tertinggi pada suatu negara. Karenanya dia juga mengatur bagaimana negara dikelola. Konstitusi di Indonesia disebut sebagai Undang-Undang Dasar.
Dalam bentuk modern negara terkait erat dengan keinginan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan cara-cara yang demokratis. Bentuk paling kongkrit pertemuan negara dengan rakyat adalah pelayanan publik, yakni pelayanan yang diberikan negara pada rakyat. Terutama sesungguhnya adalah bagaimana negara memberi pelayanan kepada rakyat secara keseluruhan, fungsi pelayanan paling dasar adalah pemberian rasa aman. Negara menjalankan fungsi pelayanan keamanan bagi seluruh rakyat bila semua rakyat merasa bahwa tidak ada ancaman dalam kehidupannya. Dalam perkembangannya banyak negara memiliki kerajang layanan yang berbeda bagi warganya.
Berbagai keputusan harus dilakukan untuk mengikat seluruh warga negara, atau hukum, baik yang merupakan penjabaran atas hal-hal yang tidak jelas dalam Konstitusi maupun untuk menyesuaikan terhadap perkembangan zaman atau keinginan masyarakat, semua kebijakan ini tercantum dalam suatu Undang-Undang. Pengambilan keputusan dalam proses pembentukan Undang-Undang haruslah dilakukan secara demokratis, yakni menghormati hak tiap orang untuk terlibat dalam pembuatan keputusan yang akan mengikat mereka itu. Seperti juga dalam organisasi biasa, akan ada orang yang mengurusi kepentingan rakyat banyak. Dalam suatu negara modern, orang-orang yang mengurusi kehidupan rakyat banyak.

2.3 Tujuan Negara 
Adapun tujuan negara menurut beberapa pandangan para ahli. diantaranya adalah :
  1. Tujuan Negara Menurut Emmanuel Kank Negara bertujuan mengatur keamanan dan ketertiban dalam Negara yang paling utama.
  2. Tujuan Negara Menurut Ajaran Teokrasi ( Kedaulatan Tuhan ) Thomas Aquino, Agustinus, Tujuan negara adalah untuk mencapai penghidupan dan kehidupan aman dan tentram, dibawah pimpinan Tuhan. Pimpinan negara menjalankan kekuasaannya berdasarkan Kehendak Tuhan. 
  3. Tujuan Negara Menurut Machiaveli dan Shang Yang : Negara bertujan untuk memperluas kekuasaan semata-mata, tujuan Negara didirikan adalah untuk menjadikan Negara itu besar dan jaya. Untuk mencapai kejayaan Negara, maka rakyat harus berkorban, kepentingan orang perorangan harus diletakkan di bawah kepentingan bengsa dan Negara, Negara Diktator. Kalau ingin Negara kuat dan jaya, maka rakyat harus lunakkan dan sebaliknya jika orang menghendaki rakyat menjadi kuat dan kaya, maka Negara itu menjadi lemah. 
  4. Tujuan Negara Menurut Plato : Negara bertujuan untuk memajukan kesusilaan manusia sebagai individu dan sebagai makhluk sosial. 
  5. Tujuan Negara Menurut Welfare State = Soscial Service State Tujuan Negara adalah mewujudkan kesejahteraan umum. Negara sebagai alat untuk tercapinya tujuan bersama yaitu kemakmuran, kebahagian dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Berdasarkan pernyataan diatas dapat kita simpulkan tujuan dari negara yaitu:
  1. Menjaga keamanan dan ketertiban
  2. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat 
  3. Melaksanakan sistem pertahanan
  4. Menegakkan keadilan 
2.4 Pengertian Warganegara
Waganegara adalah orang-orang yang menurut hukum atau secara resmi merupakan anggota resmi dari suatu Negara tertentu,atau dengan kata lain warganegara adalah warga suatu Negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Berikut adalah pengertian warganegara menurut para ahli dan UU :
  • Menurut A.S. Hikam : bahwa warga negara merupakan terjemahan dari “citizenship” yaitu anggota dari sebuah komunitas yang membentuk negara itu sendiri. Istilah ini menurutnya lebih baik ketimbang istilah kawula negara lebih berarti objek yang berarti orang- orang yang dimiliki dan mengabdi kepada pemiliknya.
  •  Menurut Koerniatmanto S : warga negara dengan anggota negara. Sebagai anggota negara, seorang warga negara mempunyai kedudukan yang khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal – balik terhadap negaranya.
  • UU No. 62 Tahun 1958 : menyatakan bahwa negara republik Indonesia adalah orang – orang yang berdasarkan perundang – undangan dan atau perjanjian – perjanjian dan atau peraturan – peraturan yang berlaku sejak proklamasi 17 agustus 1945 sudah menjadi warga negara republik Indonesia.

2.5 Hak dan kewajiban warganegara
Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama satu sama lain tanpa terkecuali. Persamaaan antara manusia selalu dijunjung tinggi untuk menghindari berbagai kecemburuan sosial yang dapat memicu berbagai permasalahan di kemudian hari.


Hak Warga Negara Indonesia :
  1. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum 
  2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak 
  3. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan 
  4. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai 
  5. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran.
Kewajiban warganegara :
  1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh 
  2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) 
  3. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara indonesia 
  4. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik.  
  5. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya. 

2.6  Hubungan negara dan warganegara
Unsur penting suatu negara yang lain adalah rakyat. Tanpa rakyat, maka negara itu hanya ada dalam angan-angan. Termasuk rakyat suatu negara(warganegara) adalah meliputi semua orang yang bertempat tinggal didalam wilayah kekuasaan negara tersebut dan tunduk pada kekuasaan negara tersebut. Dalam hubungan ini rakyat di artikan sebagai kumpulan manusia yang dipersatukan oleh suatu rasa persatuan dan yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu.

BAB 3
TINJAUAN KASUS

3.1 Kesimpulan
Warganegara adalah orang yang menempati suatu negara. sedangkan Negara adalah tempat dimana warganegara tinggal. jadi keduanya saling baerkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. bila salah satunya tidak ada, maka yang disebut Negara dan Warganegara itu juga tidak ada.

3.2 Saran
Setiap warga negara harus saling menghormati satu sama lain, saling merangkul, saling kerjasama, saling mengingatkan dalam hal yang positif dsb, demi menciptakan negara yang aman, damai dan tentram untuk ditempati.




DAFTAR PUSTAKA

Rabu, 14 Januari 2015

Tugas 2. Pemuda dan Sosialisasi

PEMUDA DAN SOSIALISASI



pengertian pemuda

Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung.

Pengertian sosialisasi

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

·      Permasalahan generasi muda Berbagai permasalahan generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain

a)   Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme dan nasionalisme.
b)  Kekurangpastian yang di alami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c) Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, sehingga banyak terjadinya putus sekolah dengan banyak sebab.
d)   Kurangnya lapangan kerja atau kesempatan kerja
e) Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasandan pertumbuhan dan di kalangan generasi muda.
f)     Masih banyaknya perkawinandi bawah umur.
g)    Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi kehidupan keluarga.
h)    Meningkatnya kenakalan remaja, termasuk penyalahgunaan narkotika.
i)     Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.


Berikut adalah contoh kasus pemuda dan sosialisasi.



REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sebanyak 18 remaja tertangkap tangan oleh petugas Polres Bogor Kota, Jawa Barat, saat melakukan pesta narkoba di salah satu rumah di wilayah tersebut.

"Dari 18 remaja yang kita amankan, 13 orang kita lakukan penahanan karena dari hasil tes urine positif, sisanya negatif," kata Kapolres Bogor AKBP Baktiar Ujang Purnama, dalam ekspose di Mapolres Bogor Kota, Jumat (31/5).

Kapolres menuturkan, dari 13 tersangka yang ditahan, dua di antaranya perempuan dan satu orang lainnya diketahui masih berstatus pelajar di salah satu SMP di Kota Bogor. Dijelaskannya, penangkapan para pemakai dan pengedar narkoba tersebut berlangsung di sejumlah lokasi yang berbeda.

Dalam penangkapan itu, petugas juga menemukan barang bukti ganja dan sabu dengan jumlah kecil karena sudah digunakan dalam pesta narkoba tersebut. "Kami masih melakukan pengembangan untuk menyelediki asal barang-barang ini diperoleh," ucap Kapolres.

Adapun para tersangka untuk pesta narkoba sabu berjumlah enam orang, yakni WA (23 tahun), RCA (24), JR (33), JI (43) dan dua remaja perempuan HA (18), dan SN (28). Sementara itu, tersangka pesta narkoba ganja yang berjumlah 12 orang, AI (18), SN (27), IF (17), NI (25), RG (16), AN (20), SN (20), IDA (15), AN (16), EDK (18), RA (16), dan YL (15). Dari 12 orang tersebut, lima dibebaskan karena hasil tes urine negatif.

Kapolres menyebutkan, para remaja yang diamankan tersebut mengkonsumsi narkoba secara bersama-sama di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cilendek, Kecamatan Bogor Barat. Sedangkan pesta ganja berlangsung di rumah Kampung Situ Pere, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal.


Sumber berita:


Peneyebab pemuda menggunakan narakoba

1. Mencari pengalaman yang menyenangkan

Di masa remaja, orang - orang cenderung memiliki rasa ingin tahu yang besar karena dimasa itu hormon sangat berkembang dengan cepat. Selain itu rasa ingin bersenang - senang dengan hal yang baru pun menimbulkan seorang remaja memakai narkoba karena dia ingin mengetahui bagaimana rasanya memakai narkoba.

2. Mengatasi stress

Beberapa kalangan remaja yang terkana tekannan baik dari sekolah, rumah, pacar, teman atau hal - hal lainya melampiasakannya melalui narkoba untuk menghilangakn stress. Sesungguhnya hal yang mereka lakukan merupakan hal yang salah. Karena hal itu tidaklah menyelesaikan masalah namun hanya menimbulkan masalah baru. Maka keterbukaanla yang sangat berperan besar untuk menghindari hal ini terjadi.

3. Menanggapi pengaruh sosial

Terkadang seorang remaja memakai narkoba dengan alasan agar dihargai oleh teman - temannya agar tidak di sebut pengecut, penakut, pecundan, dan lain - lainnya.

           

Solusi

1.    Mempelajari masalah narkoba
2.  memberikan sosialisasi terhadap anak sejak dini, tentang bahayanya narkoba bila dikonsumsi. Tentunya dengan peran orang tua.
3.    Melarang anak menggunakan narkoba
4.    Mencegah pengaruh negatif berita kriminal
5.    Menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga


Kesimpulan :

pemuda adalah aset bangsa, dimana pemudalah yang akan membawa kemana arah bangsa ini. pemuda yang mampu mengendalikan diri dan mampu menyeleksi sesuatu yang baik dan buruk, kelak akan menjadi generasi yang gemilang. dan semua itu tercipta tidak lepas dari peran orang tua dalam memberikan sentuhan awal.

Sumber :